Friday, July 21, 2017

Bila Kehamilan Tak Kunjung Datang

Bila Kehamilan Tak Kunjung Datang




Tidak sedikit pasangan yang mengalami kesulitan ketika ingin memiliki anak sang buah hati, meski telah berusaha satu sampai dua tahunan. Apa sebenarnya yang bisa menjadi penyebabnya? Mendambakan kehadiran anak adalah segalanya. Tetapi kalau sang buah hati tak kunjung juga datang tentunya yang bisa kita lakukan hanya sebatas berusaha. Berusaha sebagaimana yang diamanatkan oleh para orang tua, sebagaimana yang diamanatkan oleh para dokter. Tetapi dalam keyakinan kita, pastilah ada sesuatu yang menyebabkan kita belum dikaruniawi anak.

Secara fisik mungkin kita ada kelemahannya, ada sesuatu yang membuat proses terjadinya kehamilan itu sulit terwujud. Mungkin umur kita sudah diatas 35 tahun, masa yang bukan lagi masa-masa usia subur. Bisa jadi pola hidup kita yang justeru jadi penghalangnya. Bisa jadi berbagai makanan yang kita makan dalam ke seharian kita mungkin kurang mendukung terjadinya proses kehamilan. Bisa jadi cara berhubungan suami isteri yang kita lakukan yang kurang pas. Artinya banyak sekali yang mesti kita evaluasi.
Okelah sekuat yang kita bisa, kita berusaha untuk mempelajari cara-cara agar proses kehamilan bisa cepat terjadi. Kita sudah menjaga prilaku hidup kita, kita sudah menjaga peri laku makanan dan cara kita makan agar sesuai dengan perilaku dan makan makanan yang bisa mempercepat kehamilan terjadi. Pendek kata kita sudah melakukan semua upaya yang baik, upaya yang mempercepat agar proses kehamilan itu bisa terjadi.Tetapi kalau kehamilan itu belum juga datang, kita sebaiknya bagaimana?

Yang umum dan sering jadi Penyebabnya adalah oleh karena hal-hal sebagai berikut :

Bisa Jadi Akibat Kontrasepsi.  Hal seperti ini terjadi karena pada awal-awal nya sudah terlanjur memakai alat kontrasepsi, dengan maksud untuk mengatur kehamilan. Padahal pemakaian alat KB seperti pil KB atau IUD, dipercaya sedikit banyak dapat menganggu kesuburan. Begitu pil dihentikan atau IUD dilepas, biasanya kesuburan akan kembali lagi. Alat KB  dalam berbagai hal membutuhkan waktu 6-12 bulan untuk pemulihan ke kondisi kesuburan semula. Selain itu, sekalipun jarang, terkdang ada juga kekhawatiran bahwa pemakaian IUD akan menyebabkan infeksi rongga dalam panggul  sehingga terjadi penyempitan saluran telur. Sebenarnya, infeksi inilah yang dapat menganggu kehamilan, bukan alat KB-nya.
Gangguan miom atau kista. Kedua jaringan tak normal yang tumbuh di rahim ini dapat menganggu kesuburan. Atau, gangguan pengeluaran atau pematangan sel telur. Semua ini mungkin terjadi dan perlu ditelusuri.
Sperma Yang Lemah. Hal yang sering dilupakan adalah faktor suami. Tidak jarang hambatan pembuahan bersumber dari sisi lain. Misalnya bahwa sejak awal sebenarnya sperma suami kurang kuat dan gerakannya lambat. Mungkin saja ketika baru menikah, kesempatannya bagus, sehingga dari sperma yang hanya sedikit itu masih ada yang gesit dan pintar, sehingga bisa mencapai sel telur. Tetapi kadang-kadang sang Insteri yang kurang sabar, dan melakukan berbagai gerakan yang justeru menghalangi proses pembuahan. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan khusus, antara lain dengan pemberian obat-obatan tertentu pada suami, agar sperma lebih sehat dan lincah.

Kesempatan berhubungan intim minim. Hal sederhana yang sering dilupakan adalah faktor kesempatan untuk berhubungan intim. Misalnya, suami kerap tugas ke kota lain, dan hanya bertemu istri sebulan atau dua bulan sekali. Itu pun, saat istri sedang tidak subur, sehingga pembuahan sulit terjadi.
Untuk berkomsultasi mengenai masalah infertilitas sekunder sebaiknya pasangan hadir bersama, agar konsultasi berjalan tuntas. Dokter yang ahli dalam masalah infertiltas baisanya tidak hanya memeriksa kondisi kesehatan kedua belah pihak, namun juga menanyakan berbagai hal sehari-hari yang mungkin saja menjadi penyebabnya.

Tetapi kalau semua ini sudah dilakukan tetapi kehamilan juga belum terjadi maka, jangan pernah putus asa. Mungkin saja, memang ada hal-hal lain dalam kehidupan kita yang kita sendiri tidak paham menyikapinya. Padahal kalau kita mengambil referensinya ke agama, maka tuntunannya sudah ada di sana dengan jelas. Misalnya dalam hal agama Islam; maka kehamilan sebenarnya adalah sesuatu yang terjadi atas kehendakNYA. “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy Syura: 49-50).


Kita harus yakin dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi atas diri kita, semuanya itu tidak akan lepas dari kekuasaaNYA. Dalam kondisi seperti ini, maka kita harus bisa berpasrah diri. Mungkin ada baiknya kita mengadopsi anak. Sebab sering terjadi setelah mengadopsi, malah kehamilan justeru terjadi. Dalam bahasa adat budaya kita hal seperti itu disebut sebagai sarana “pemancing”. Artinya kita harus berani melihat sesuatu itu dari sudut yang paling tidak kita harapkan. Intinya kita tetap berusaha, berbuat yang terbaik tetapi di ujung semua itu kita juga harus Yakin bahwa semua itu ada yang mengatur.

No comments:

Post a Comment