Showing posts with label cara cepat hamil. Show all posts
Showing posts with label cara cepat hamil. Show all posts

October 24, 2015

Belum Juga Dapat Momongan? Coba Cek Kebiasaan Anda

Belum Juga Dapat Momongan? Coba Cek Kebiasaan Anda

Susah Punya KeturunanBeberapa pasangan akan mulai merasakan sulitnya mendapatkan keturunan setelah mencoba beberapa kali dan tidak berhasil. Apalagi sudah melakukan tips-tips cepat hamil yang di sarankan. Tidak sedikit pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan , “kenapa sih saya susah hamil?”, “bagaimana cara cepat hamil yang sudah terbukti?”, “Dia kok cepet banget hamilnya, padahal nikahnya baru kemaren…?” dan pertanyaan lain yang semisalnya. Kekhawatiran seperti ini sering muncul di tahun pertama setelah program hamil dilakukan. Penyebabnya harus segera dicari. Jika telah melewati 1 tahun lamanya namun belum juga mendapatkan anak, maka harus segera konsultasi ke dokter. Dokter akan mencoba mendeteksi penyebabnya, dan mengobati masalah penghambat kehamilan anda tersebut.

Ada beberapa masalah umum yang paling sering menjadi penghambat, atau jawaban mengapa beberapa pasangan sulit mendapatkan kehamilan. Berdasarkan statistik, penyebab susah hamil dikarenakan infertilitas masing-masing pasangan. Infertilitas oleh pihak istri sebesar 45% meliputi masalah pada saluran telur, masalah ovulasi, endometriosis, rahim dan mulut rahim. 40% infertilitas dari pihak suami meliputi masalah pengeluaran sperma, pematangan dan produksi sperma, infeksi bawaan yang menyebabkan penyempitan saluran sperma, faktor imun, maupun faktor asupan gizi. Sedangka 10-15% sisanya belum diketahui dan masih belum jelas.

Di bawah beberapa “biang keladi” ketidaksuburan sekaligus penghambat kehamilan yang paling sering ditemukan pada pasangan (suami maupun istri) yang sedang berusaha untuk hamil.

20 Penyebab Ketidaksuburan Pasangan Suami Istri.

#1 – Sering Mengalami Stres. Ternyata, gaya hidup mempunyai andil besar dalam menentukan tingkat kesuburan seseorang. Sekitar 15-20% infertilitas disebabkan oleh gaya hidup yang memicu stres. Padahal kondisi psikologi yang penuh gejolak dan tekanan dapat menyebabkan gangguan spermatogenesis, spasme tuba falopi, gangguan ovulasi, dan menurunnya gairah berbubungan suami-istri.
#2 – Terlalu Kurus. Wanita yang terlalu kurus pada umumnya sering mengalami gangguan pada siklus menstruasi, misalnya saja atlet maraton, penari balet, model, maupun wanita yang mengalami penurunan berat badan drastis secara mendadak. Hal ini dapat dimengerti sebab fungsi lemak antara lain adalah melancarkan metabolisme tubuh seseorang.

#3 – Kegemukan (obesitas). Wanita dengan timbunan lemak bisa mengganggu kinerja organ tubuhnya, termasuk organ reproduksi itu sendiri. Tingginya kadar kolesterol akan mengacaukan keseimbangan hormon sehingga berdampak pada terganggunya siklus menstruasi, haid kadang terlambat datang, atau bahkan sama sekali tidak datang dalam beberapa bulan meskipun tidak hamil. Bisa juga sebaliknya, menstruasi secara terus menerus keluar tetapi tidak teratur. Padahal, jika siklus menstruasi tidak teratur akan sulit melakukan perhitungan pematangan sel telur, ovulasi tidak dapat dideteksi dengan tepat, sedangkan melakukan hubungan seksual diluar masa ovulasi sangat kecil peluangnya untuk terjadi pembuahan.

Sementara pria pria yang terlalu gemuk memiliki tumpukan lemak dimana-­mana, daerah bagian atas kemaluan (pubis) salahsatunya. Penumpukan lemak di daerah ini mengakibatkan penis tampak kecil dan lebih pendek. Sehingga membatasi kontak saat berhubungan seksual. Selain itu, kegemukan juga memperngaruhi kadar hormon testosteron. Sebagaimana diketahui, bahwa hormon testosteron bertanggung jawab dalam perkembangan organ reproduksi, seperti munculnya penanda seks sekunder pria sebelum masa puber, keberlangsungan pembetukan sperma, dan mempertahankan fungsi seksual pria setelah masa puber tersebut.

#4 – Polusi Lingkungan. Sebagai contoh, polusi udara karena kebiasaan merokok ataupun timbal buangan dari kendaraan bermotor. Mengandung zat polutan yang terbukti dalam menurunkan kualitas sperma pria. Sama halnya dengan ganja, heroin, maupun kokain bisa mengkibatkan terganggunya sekresi hormon prolaktin dan gonadotropin sehingga pelepasan sel telur pada wanita menjadi terhambat.

#5 – Minuman Beralkohol. Wanita yang menenggak minuman beralkohol akan menekan produksi hormon progesteron dan estrogen, akan tetapi meningkatkan kadar prolaktin sehingga menghambat poses ovulasi. Sedangkan pria yang akrab dengan minumal beralkohol akan mengurangi ukuran testis dan bisa menurunkan volume air mani, mobilitas, morfologi, maupun konsentrasi spematozoa mereka.

#6 Obat-Obatan. Sejumlah jenis obat-obatan yang termasuk golongan narkotik ataupun obat-obatan kedokteran seperti jenis antibiotik, obat maag, obat darah tinggi, antikejang, serta obat-obatan yang digunakan untuk terapi kanker, bisa mempengaruhi kualitas sperma dan menurunkan kesuburan wanita.

7#- Faktor Usia. Ketika wanita telah memasuki usia 35 tahun, tingkat kesuburan mereka mulai menurun. Di usia 37 tahun, semakin menurun drastis hingga akhirnya memasuki masa menpause di usia 40-45 tahunan. Sel telur wanita pun semakin berkurang setiap kali mereka mengalami menstruasi, dan lama-kelamaan habis ketika telah menopause. Sedangkan pria justru sebaliknya, usia yang semakin bertambah tidak membatasi kesuburan mereka, di mana testis akan senantiasa memproduksi sel-sel spermatozoa sepanjang tidak ada masalah dengan anatominya.

8# – Olahraga Terlalu Keras. Wanita yang melakukan olahraga secara berlebihan dapat menhambat mereka mendapatkan kehamilan karena terganggunnya siklus mestruasi. Hal ini disebabkan oleh penurunan level gonadotropin dan peningkatkan produksi kortisol dan edorphin.

9# – Terjadi Sumbatan Pada Vagina. Apabila terjadi sumbatan maka proses penyampaian air mani menjadi terhambat. Sumbatan jenis pertama yakni sumbatan psikogen atau sering disebut dispareunia / vaginismus. Sumbatan jenis yang kedua yaitu sumbatan anatimis seperti vaginitis, radang vaginia yang disebabkan oleh candida albicans / trikomonas (kuman yang hidup dalam vagina yang bisa menghambat pergerakan sperma).

#10 – Kelainan Mulut Rahim. Mulut rahim normal akan mengarah ke depan, sehingga langsung berhadapan dengan dinding belakang vagina. Hal inilah yang memungkinkan sel sperma untuk sampai ke dalam saluran mulut rahim. Jika terjadi penyimpangan dari kondisi normal, seperti posisi rahim yang menghadap ke belakang maka proses pembuahan akan terhambat sehingga sulit untuk memperoleh kehamilan.

#11 – Kelainan Rahim. Kelainan rahim biasanya disebabkan oleh perlengketan, polip atau mioma, masalah konstraksi rahim, dan peradangan endometrium. Yang semuanya dapat menghambat perjalanan sel sperma. Meskipun kehamilan diperoleh, biasanya kehamilan tersebut berkakhir sebelum waktunya.

#12 – Kelainan Saluran Telur. Kelainan ini merupakan masalah infertilitas yang paling sering ditemukan. Misalnya tuba membesar secara keseluruhan atau endometriosis, peradangan yang menyebabkan tuba memendek, pembentukan jaringan ikat (fibrosis), dan perlekatan tuba yang mengganggu fungsi fimbria (berbentuk rumbai-rumbai dan terdapat di bagian ujung saluran rahim).

#13 – Kelainan Ovarium (Indung Telur). Apabila ovuarium (indung telur) ternganggu, misal adanya kista endometriosis atau tumor dapat menyebabkan ovulasi tidak terjadi. Lalu, bagaimana mungkin bisa hamil jika tidak ada sel telur yang siap untuk dibuahi?

#14 – Gondongan. Meskipun kemungkinan terjadinya kecil, hanya sekitar 20-30%. Gondongan tidak bisa dianggap sepele karena merupakan penyebab yang memungkinkan kesuburan pria terganggu. Berat atau tidaknya gangguan kesuburan bergantung pada tingkat kerusakan testis sebagai ‘pabrik’ sel sperma. Jika ternyata rusak parah, maka yang bersangkutan bisa mengalami jumlah sperma nihil (asthenozoospermia). Kerusakan seperti ini sifatnya permanen dan tidak bisa diperbaiki dengan cara apapun.

#15 – Infeksi Vagina. Pada umumnya, infeksi ditandai munculnya keputihan yang harus diberikan perhatian secara serius. Karena jika dibiarkan berlanjut dan tidak dilakukan pengobatan, maka infeksi ini akan semakin meluas ke atas hingga rahim atau ke adneksa yang terdiri dari indung telur, saluran telur, otot penyangga rahim atau ligamen. Pengobatan bisa dengan obat-obatan antibiotik yang tepat. Namun mengobati infeksi ini butuh kesabaran saat melakukan terapi hingga infeksi benar-benar sembuh. Anda juga dapat mencegah infeksi dengan menjaga kebersihan vagina saat buang air. Khususnya jika terpaksa harus buang air di tempat umum yang kebersihannya kurang terjaga, sebisa mungkin begitu menemukan air bersih untuk segera dibilas. Perhatikan juga cara membasuhnya, yaitu dari atas ke bawah. Bukan sebaliknya, dari dubur ke arah vagina, karena hal ini memungkinkan kuman yang bersarang di anus terbawa ke vagina.
#16 – Endometriosis. Seorang wanita dapat dikatakan terkena endometriosis ketika jaringan endometrium tumbuh bukan di tempat yang seharusnya. Munculnya endometriosis diduga karena rangsangan hormon estrogen yang terlalu berlebihan, sehingga dasar pengobatannya pun dengan pengobatan hormonal, yaitu dengan memberikan hormon anti estrogen selama paling kurang 2 bulan. Dengan demikian, diharapkan perkembangan jaringan endometrium dapat terhambat dan tidak menjalar ke mana-mana. Celakanya, ovarium menjadi tempat yang paling sering ditumbuhi jaringan edometrium ini. Sehingga dapat mengakibatkan perlengketan ke usus, saluran telur, rahim, maupun organ lain disekitarnya. Jika setelah pemberian hormon tidak didapatkan perbaikan, biasanya akan dilakukan tindakan operasi laparoskopi atau laparotomi.

#17 – Kuratase Berulang. Kuret yang dilakukan berulang kali untuk waktu yang berdekatan, diduga dapat menjadi pemicu munculnya perlengketan pada rahim, apalagi jika kuret tidak benar-benar steril, Endometrium menjadi menutup yang seharusnya berbentuk rongga, dengan demikian yang bersangkutan menjadi susah punya keturunan bahkan mandul.

#18 – Kelainan Plasenta. Secara normal, plasenta dengan sendirinya akan keluar sekitar 30 menit setelah bayi dilahirkan. Jika lebih dari 30 menit dan tidak keluar, mau tidak mau hari segera dilakukan cara manual untuk mengeluarkannya, meskipun resiko bisa terjadi pendarahan karena jebol-nya pembuluh darah. Jika kondisinya teramat parah, alternatif lain yang dapat ditempuh yaitu dengan pengangkatan rahim untuk meminimalisir pendarahan. Kondisi inilah yang kemudian membuat rahim menjadi carut marut, dan menyebabkan infertiltas.

#19 – Riwayat Operasi. Karena setiap tindakan operasi selalu menyisakan luka terbuka, khusunya setelah melakukan sesar dan operasi usus buntu. Peluang terjadinya perlengketan sering disebabkan oleh proses sesar yang tidak benar, menyisakan banyak darah, atau mereka yang penyembuhan lukanya kurang bagus seperti lukanya belum kering dalam waktu seminggu setelah operasi. Inilah pentingnya melakukan kontrol kepada dokter yang menangani operasi tersebut.

Sementara melakukan sesar untuk kedua kali atau seterusnya membuat kemungkinan terjadinya perlengketan antara rahim dan dinding perut, usus, dan juga kandung kemih semakin besar.

#20 – Varikokel. Varikokel adalah varises akibat pelebaran pada katup pembuluh darah balik yang terjadi di kantung testis. Pembuluh darah yang melebar di katup vena ini tentu akan mengganggu fungsi testis sebagai tempat produksi sel sperma, mempengeruhi jumlah maupun kaulitas sperma yang diproduksi. ( Sumer : http://akuinginhamil.com/susah-punya-keturunan-deteksi-20-penyebabnya)



August 7, 2015

Ingin Cepat Hamil-Perlu Memahami Penyebab Keguguran Hamil Muda



Ingin Hamil-Perlu Memahami Penyebab Keguguran Hamil Muda

Penyebab keguguran hamil muda ada banyak sekali seperti stress, merokok, dan bahkan ketidaktahuan mengenai kehamilan tersebut. Banyak ibu hamil yang bertanya-tanya mengapa hamil muda begitu rentan akan keguguran. Memang keguguran tidak hanya terjadi pada saat hamil muda saja, namun ada ibu hamil yang bisa mengalami keguguran dengan usia kehamilan di bawah 22 minggu.
Hamil muda memang identik dengan usia di bawah tiga bulan namun kandungan di bawah usia 22 minggu pun sebenarnya juga masih dalam tahap rentan. Ibu hamil dengan kehamilan pertama harus mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan kehamilan menjadi keguguran. Ibu hamil dengan kehamilan pertama biasanya baru memiliki sedikit pengetahuan tentang kehamilan. Berikut ini ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seorang ibu hamil muda mengalami keguguran :
http://tipshamil.com/?ref=harmenharmen
 
1. Kondisi Rahim Yang Lemah. Rahim dengan kondisi ini sangat sulit dan biasanya sangat rewel ketika mengalami kehamilan. Hal ini dikarenakan dinding rahim tempat embrio menempel terlalu rentan dan lemah untuk bisa menopang berat embrio. Oleh sebab itu wanita dengan kondisi seperti ini harus mengalami bed rest atau istirahat total saat kehamilannya di bawah usia 22 minggu.
Yang tidak boleh dilakukan wanita dengan dinding rahim lemah :     Terlalu banyak bergerak. Hal ini sangat tidak boleh dilakukan oleh wanita dengan kondisi kandungan atau dinding rahim lemah;     Tidak boleh banyak berjalan. Berjalan akan membuat perut tergerak. Hal ini menyebabkan rahim dan embrio juga ikut bergerak. Jika banyak berjalan embrio akan mudah jatuh. Ibu hamil hanya boleh berjalan ketika ingin ke kamar mandi saja, selebihnya adalah berbaring;     Dokter kandungan akan menganjurkan untuk banyak berbaring sebelum usia kandungan lebih dari 22 bulan, makan dan minum dilakukan dengan posisi duduk di atas tempat tidur; dan     Stress berlebihan. Stress yang berlebihan akan membuat hormon ibu hamil menjadi tidak stabil sehingga rentan keguguran.
Cara Mencegah ;     Dokter kandungan akan memberikan obat penguat kandungan sampai kandungan berumur usia 22 minggu, obat kandungan juga bisa diberikan sampai usia kandungan berusia 24 minggu.

2. Kondisi Ibu Hamil Tidak Fit. penyebab keguguranCuaca yang ekstrim seperti saat ini tidak boleh disepelekan oleh kaum ibu. Sebentar panas dan sebentar hujan akan membuat ibu hamil rentan terkena penyakit. Kondisi kesehatan wanita yang sedang hamil memang seringkali naik dan juga turun. Hal itulah yang menyebabkan kondisi kesehatan ibu hamil mudah terganggu terutama saat cuaca seperti ini. Jika kondisi ibu hamil tidak segera pulih maka kehamilannya akan rentan keguguran.
Hal yang bisa menyebabkan keguguran :     Ibu hamil muda mengalami demam dengan suhu tubuh yang tinggi. Janin yang dikandung ibu hamil tidak bisa bertahan dengan suhu tubuh ibu hamil yang panas;     Pusing juga membuat kondisi kandungan ibu hamil rentan keguguran. Hal ini disebabkan ibu hamil yang pusing tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga rentan terjatuh dan terbentur; dan     Pilek dan batuk.
Cara Mencegah ;     Rutin berkonsultasi ke dokter setiap bulannya;     Ikuti saran dokter seperti konsumsi vitamin dan obat penguat kandungan;     Jalani tips hidup sehat ibu hamil; dan     Jangan stress.

3. Kehamilan Yang Tidak Diketahui. Kehamilan pertama sering tidak diketahui oleh ibu hamil. Banyak ibu hamil kehamilan pertama baru akan sadar saat usia kandungannya menginjak usia tiga bulan. Jika ibu hamil tidak tahu kalau dirinya sedang hamil, ibu hamil bisa melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan dirinya keguguran. Ibu hamil juga tidak bisa menerapkan cara menjaga kehamilan muda agar sehat dan tidak keguguran. Penyebab ketidaktahuan ibu hamil itu adalah ibu hamil sejak awal menikah menggunakan pil KB. Efek dari pil KB bisa membuat seorang ibu hamil tidak mengalami menstruasi sedangkan tanda kehamilan juga tidak menyebabkan seorang wanita menstruasi. Oleh sebab itulah ibu hamil tidak menyadari kehamilan yang terjadi padanya.
Hal yang bisa menyebabkan ibu hamil keguguran adalah hal-hal di bawah ini :     Terlalu banyak naik motor. Wanita yang menunda kehamilan bisa dikarenakan sibuk dengan kariernya. Banyak wanita yang suka pergi ke kantor menggunakan motor. Saat dirinya tidak sadar jika hamil, dia akan tetap bepergian menggunakan motor. Di jalan banyak sekali jalan dengan kondisi berlubang sehingga ibu hamil akan rentan jatuh dan kandungannya mengalami kontraksi dan terguncang;     Mengangkat beban berat. Hal inilah yang menyebabkan keguguran pada ibu hamil dikarenakan otot rahim akan menegang / kejang saat mengangkat beban berat. Ibu hamil yang tidak sadar jika sedang hamil akan melakukan aktivitas fisik seperti biasanya. Hal yang sering dilakukan oleh ibu hamil adalah mengangkat ember cucian basah yang banyak, menimba air dan masih banyak lagi lainnya;  Wanita suka sekali menjaga penampilan dan kebugaran tubuhnya. Tidak jarang banyak wanita yang pergi ke gym untuk membentuk tubuhnya. Wanita yang tidak sadar kalau dirinya hamil saat di gym bisa melakukan olahraga berat;     Berlari dan melompat. Saat berlari perut dan rahim ikut tergerak. Semakin kencang berlari maka rahim juga akan semakin cepat bergerak. Hal itu sangat membahayakan embrio. Melompat akan membuat ibu hamil rentan terpeleset dan jatuh.
Tips ;     Test secara dini ketika sudah terlambat datang bulan

4. Menderita Penyakit Tertentu. Penyakit tertentu juga akan membuat ibu hamil rentan terkena keguguran. Sebaiknya sebelum merencanakan pernikahan atau kehamilan wanita memeriksakan dirinya ke dokter. Apakah kondisi rahimnya bagus, sel telurnya bagus dan tentunya apakah wanita tersebut memiliki penyakit tertentu. Banyak penyakit yang tidak terdeteksi secara kasat mata, penyakit itu berpengaruh pada rahim wanita.
Berikut ini penyakit yang bisa menyebabkan keguguran :     Tokso merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus toksoplasma. Hal ini banyak yang menyebabkan ibu hamil menjadi keguguran. Bahkan jika sampai bayi tersebut dilahirkan, bayi akan mengalami kecacatan atau bahkan kematian. Ibu dengan virus ini harus menjalani terapi medis maupun terapi herbal. Dalam kondisi yang lain;     Rubella merupakan virus yang bisa menyebabkan kondisi janin di dalam kandungan terkena campak. Rubella disebut juga dengan campak. Bayi dengan virus ini tidak mampu bertahan di dalam kandungan. Rubella yang ada di dalam kandungan disebut dengan rubella kongenital yang bisa menyebabkan keguguran dan bayi lahir cacat. Misalnya saja bayi mengalami masalah pendengaran, penglihatan, jantung dan komplikasi lainnya. Rubella kongenital tidak bisa diobati.
Tips ;     Obati keluhan penyakit anda di dokter spesialis dengan memberitahukan kondisi kandungan anda.
5. Usia. Wanita dengan usia tua sangat rentan untuk hamil dan juga melahirkan. Wanita yang rentan untuk keguguran adalah wanita yang mengandung di usia 30 tahun ke atas. Oleh sebab itu wanita dengan usia di atas 30 tahun sebaiknya konsultasi kehamilan kepada dokter kandungan jika ingin hamil lagi. Hal ini tidak terjadi pada wanita dengan kehamilan pertama saja namun bisa terjadi pada wanita dengan kehamilan yang ke sekian.
Risiko Bayi :
Usia 30-34;         Tingkat keguguran adalah 11,7 persen;         Pada usia 30 risiko memiliki bayi dengan Down syndrome adalah 1 dari 952, dan bayi dengan kelainan kromosom, 1 dari 385.
Usia 34-40 ;         Tingkat keguguran mendekati 18 %;         Tingkat kematian janin dua kali lebih rentan dibandingkan hamil di bawah usia tersebut
Usia 40-44;         1 dari 106 lahir dengan sindrom Down (usia 40);         1 dari 66 lahir dengan kelainan kromosom (usia 40);         1 dari 38 lahir dengan sindrom Down (usia 44);         1 dari 26 lahir dengan kelainan kromosom (usia 44);     Usia 45-50;         > 50% keguguran sebelum 20 minggu;         Kelainan kromosom 1 dari 30 kelahiran (45 tahun);         Down sindrom 1 dari 21  (45 tahun);         Kelainan kromosom 1 dari 11 kelahiran (49tahun); dan        Down sindrom 1 dari 8 (49 tahun)
Tips;     Konsultasikan ke dokter terkait mengenai awal kehamilan anda dan terus rutin berkonsultasi setiap bulannya sesuai yang ditentukan dokter.

6. Usia Di Bawah 20 Tahun. Sudah digalakkan untuk anak remaja agar tidak menikah muda begitu pula dilarang untuk berhubungan seksual di bawah usia 20 tahun. Larangan tersebut bukan karena tanpa alasan namun memiliki alasan yang kuat. Alasannya adalah jika hamil dengan usia yang sangat muda, dinding rahim belum terlalu kuat untuk menopang embrio. Selain itu rahim juga belum siap untuk menerima kehamilan.
Risiko :     Kelahiran premature;     Bayi memiliki berat badan lahir yang kurang ;     Terjadinya plasenta previa, plasenta menempel dengan Rahim;     Hipertensi saat hamil;     toksemia, Meningkatnya tekanan darah dan kadar protein dalam urin
Tips:     Diawal kehamilan, jangan lewatkan obat penguat kandungan dari dokter.

7. Infeksi. Wanita yang memiliki infeksi HPV atau infeksi jamur akan rentan terkena keguguran. Infeksi HV bisa menyerang kandungan sehingga menyebakan keguguran atau lahir prematur. Sedangkan infeksi jamur yang menempel pada lapisan rahim bisa masuk dan menyerang rahim akibatnya janin akan mudah gugur.
Cara mencegah;     Jangan pernah konsumsi daging mentah atau tidak matang ;     Wajib hindari konsumsi telur setengah matang ;     Cuci dengan bersih semua makanan / sayuran / buah yang anda konsumsi ; dan     Hindari kontak dengan hewan peliharaan

8. Jarak Kehamilan Yang Dekat. Jarak kehamilan minimal adalah dua tahun dari kehamilan sebelumnya. Jika terjadi kurang dari itu janin akan mudah gugur karena kondisi rahim belum pulih benar. Untuk tidak heran dokter merekomendasikan jarak kehamilan yang masuk akal agar tidak terhindar dari berbagai masalah kehamilan.     Persalinan Caesar, disarankan minimal hamil lagi setelah 2 tahun ;     Persalinan normal, disarankan minimal 1 tahun setelah melahirkan.
Tips mencegah: Anda wajib menjaga selama 1 tahun atau dua tahun pertama agar tidak hamil, dengan menggunakan alat kontrasepsi atau menjaga kehamilan secara alami atau KB.
9. Pernah Keguguran. Jika anda adalah seorang wanita yang pernah mengalami keguguran akan rentan untuk terkena keguguran kembali. Hal ini dikarenakan kondisi fisik dan rahim anda mendukung untuk terjadinya hal tersebut. Jika anda pernah mengalami riwayat ini sebaiknya menceritakan secara detil pada dokter kandungan. Dengan pemeriksaan lebih lanjut maka anda akan diberi panduan yang benar agar terhindar dari keguguran kedua.

Saran :     Konsumsi vitamin dan obat penguat sesuai dengan anjuran dokter;     Hindari stress ;     Hindari terlalu capek; dan     Istirahat yang cukup

10. Gaya Hidup. Gaya hidup tidak sehat yang dilakukan wanita akan memicu keguguran dua kali lipat dibandingkan dengan wanita yang menerapkan pola hidup sehat. Gaya hidup yang menyebabkan keguguran adalah :     Merokok ;     Mengkonsumsi Alkohol;    Mengkonsumi obat-obatan misal obat tidur, heroin dan narkoba ;     Bergadang setiap hari.
Penyebab keguguran hamil muda diatas wajib anda hindari agar janin sehat dan lahir dengan selamat. Anda wajib menghindari kebiasaan atau gaya hidup yang sangat buruk di atas agar terhindar dari keguguran.
( Sumber - http://hamil.co.id/masalah-kehamilan)

July 30, 2015

Ibu Hamil Emosi Pengaruhi Janin, Usahakan Ibu Rileks pada Masa Kehamilan



Emosi Pengaruhi Janin, Usahakan Ibu Rileks pada Masa Kehamilan

Jangan banyak pikiran saat hamil. Nasihat klasik itu bukan tanpa alasan. Kondisi psikologi seorang ibu akan memengaruhi janin yang sedang dikandung. Itu terjadi tidak hanya sesaat, tetapi juga membawa efek jangka panjang. Dr Ignatius Darmawan Budianto SpKJ(K) menyatakan, memang belum ada penelitian yang mengungkap seberapa besar persentase pengaruh kondisi ibu terhadap janin. Namun, berdasar pengalamannya, ibu yang saat hamil sering mengalami stres sangat berpotensi melahirkan anak yang nanti menjadi murung, diam, dan emosional. ’’Sudah pasti memang berpengaruh,’’ tegas dokter spesialis kejiwaan dari RS Adi Husada tersebut.

Penyebab stres yang dialami ibu hamil bermacam-macam, bisa dari permasalahan keluarga atau kejadian pada masa lampau. ’’Ibu hamil yang pernah mengalami pelecehan seksual di masa lampau cenderung memiliki stres yang tinggi,’’ katanya. Tekanan pikiran itu kerap dipicu dari orang terdekat. ’’Misalnya dari mertua yang sebenarnya tidak menginginkan kehadiran sang ibu dan anak. Hal ini memengaruhi sang ibu dan pertumbuhan anak kelak,’’ imbuhnya.
Yang dirasakan ibu, menurut Darmawan, akan dirasakan secara langsung oleh janin. ’’Maka, sebagian besar kepribadian anak dibentuk oleh faktor kondisi kehamilan sang ibu,’’ jelasnya. Gejala anak yang mendapat pengaruh ibu yang depresi saat hamil dapat dilihat sejak awal. Hal tersebut terlihat ketika anak tidak ceria, emosional, temperamen, dan selalu terlihat murung. ’’Ibu hamil yang stres memang tidak hanya berpengaruh buruk secara fisik terhadap anak, tetapi juga mentalnya,’’ ujar Darmawan.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Darmawan menyarankan agar melakukan tindakan preventif. Dia menyarankan ibu hamil bisa rileks. Beban pikiran yang berat harus dilepaskan. Ingat anak yang sedang dikandung. ’’Hal itu akan membawa pengaruh positif juga pada bayinya kelak,’’ ujarnya. Salah satu cara memunculkan perasaan tenang adalah mendengarkan musik klasik. Itu juga bagus untuk bayi. Alumnus FK Universitas Brawijaya tersebut menjelaskan, berdasar penelitian, bayi yang diperdengarkan musik klasik sejak dalam kandungan akan memiliki kepribadian yang lebih tenang dan cerdas. ’’Tentu dengan jenis musik yang melodinya tenang,’’ jelasnya.
http://tipshamil.com/?ref=harmenharmen

Selain itu, Darmawan menyarankan kepada ibu yang hamil agar lebih terbuka saat menghadapi masalah. Jika ada masalah, segera dicarikan solusi. Tidak semestinya persoalan dipendam sendiri. ’’Bisa konsultasi dengan orang terdekat atau ke psikiater. Supaya tidak menjadi beban yang akan mengakibatkan depresi lebih tinggi,’’ terangnya. Terapi terhadap anak-anak yang kondisi psikologinya terpengaruh sang ibu saat hamil tentu tidak dapat digeneralisasikan. Darmawan menyatakan, terapi tersebut harus melihat kasus per kasus. ’’Jadi, diobservasi dulu seberapa jauh pengaruhnya, lalu dipecahkan sesuai dengan persoalan masing-masing,’’ ungkapnya.
Dia menuturkan, kepribadian anak yang sudah terbentuk karena kondisi depresi ibu saat hamil dapat berubah dengan perlahan ketika mereka terjun ke dalam lingkungan baru. ’’Dalam fase itu, kehadiran orang tua yang memberi pandangan positif tetap vital diperlukan,’’ jelasnya. (ara/c19/ayi/Jawa Pos,22juli 2015)